Pesan Optimisme dan Bangkitnya Ghirah Berorganisasi di Momentum Pelantikan Pengurus MWC NU Kec. Kandat Kab. Kediri masa khidmat 2020-2025
![]() |
| Prosesi pembacaan ikrar pelantikan yang dipandu oleh KH. Muhammad Ma'mun (Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Kediri) |
Alhamdulillahi rabbil alamiin segala puji bagi Allah SWT. Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri masa khidmat 2020-2025 pada hari Ahad tanggal 24 Januari 2021 M bertepatan dengan tanggal 11 Jumadil Akhir 1442 H berjalan dengan lancar. Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan di Aula MWC Kecamatan Kandat yang beralamatkan di Jl. Raya Kediri-Blitar Desa Pule Kec. Kandat Kab. Kediri.
Barangkali ini momentum yang
sangat berharga sekaligus bersejarah bagi warga nahdliyin khususnya yang berada
diwilayah kecamatan kandat, hal ini dikarenakan momentum ini menjadi indikator
bahwa warga nahdliyin di Kecamatan Kandat masih tetap eksis dalam rangka
memperjuangkan nilai-nilai keislaman berhaluan ahlussunnah wal jama’ah
an-nahdliyah yang telah diamanahkan oleh para muassis Jam’iyyah Nahdlatul
Ulama’. Kegiatan pelantikan bertemakan "Peran ulama' dalam membela negara dan
menjaga kerukunan demi terwujudnya militansi dan kemandirian organisasi serta
keutuhan NKRI".
Kegiatan ini dihadiri oleh 50
orang undangan baik dari unsur tokoh dan ulama’ di wilayah Kandat, Pengurus
Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Kediri, FORKOPIMCAM Kecamatan Kandat,
pengurus ranting NU se-Kecamatan Kandat dan seluruh Pimpinan Badan Otonom
(BANOM) NU di wilayah Kecamatan Kandat.
Sebagaimana kebiasaan warga nahdliyin kegiatan ini diawali dengan pembacaan kalimat thoyyibah dan Tahlil
yang dipimpin oleh K.H Drs. Zainal Arifin, yang mana kegiatan tahlil ini bertujuan
untuk mendoakan para Muassis, Masyayikh NU dan pahlawan yang telah mendahului
kita semua sekaligus mendoakan agar supaya bangsa dan negara ini dianugerahi keamanan
dan keselamatan.
Setelah pembacaan kalimat
Thoyyibah dan Tahlil telah selesai lalu dilanjutkan dengan pembukaan secara
formal Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kandat masa
khidmat 2020-2025. Acara dibuka oleh Rekan M. Abdur Rozikin dan Rekanita Elga
Dwi Ervina yang masing-masing merupakan pengurus aktif PAC IPNU-IPPNU
Kecamatan Kandat. Acara dimulai dengan pembacaan surotul fatihah sebagai
pembuka dari seluruh rangkaian kegiatan Pelantikan ini. Lalu kemudian
dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh sahabat
Syukron Dawami.
Setelah lantunan ayat suci
Al-Qur’an telah selesai kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia
Raya dan Syubbanul Wathon yang dipandu oleh tim paduan suara PAC IPNU dan IPPNU
Kecamatan Kandat.
Acara berikutnya adalah prosesi
pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kandat masa khidmat
2020-2025. Prosesi pelantikan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK)
yang dilakukan oleh Sekretaris Pengurus Cabang NU Kabupaten Kediri yakni Kyai
Bahruddin, S.Sy. setelah pembacaan SK selesai lalu dilanjutkan dengan ikrar
pelantikan yang dipandu oleh Ketua PCNU Kab. Kediri K.H Muhammad Makmun yang
akrab dipanggil dengan panggilan Gus Makmun. Pembacaan ikrar diikuti oleh
seluruh pengurus yang dilantik yakni berjumlah 27 orang yang berdiri didepan
para hadirin.
Setelah prosesi pelantikan
selesai kemudian dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng, pemotongan
pertama dilakukan oleh gus makmun kemudian diberikan kepada ketua Tanfidziyah
MWC Kandat yaitu KH. Ichwanudin dan dilanjutkan pemotongan tumpeng kedua yang dilakukan
oleh KH. Khafidz Ghozali kemudian diberikan kepada Rois Syuriah MWCNU Kandat
yakni KH. Ali Musyaffa', Am. Setelah pemotongan tumpeng acara dilanjutkan
dengan sambutan-sambutan yang akan disampaikan oleh ketua panitia sekaligus
ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kandat masa khidmat 2020-2025, dilanjutkan
sambutan dari perwakilan FORKOPIMCAM dan terakhir sambutan dari Ketua
Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri.
Sambutan yang pertama disampaikan
oleh Ketua Panitia sekaligus Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kandat yakni K.H
Ichwanuddin. Dalam sambutannya setidaknya beliau menyampaikan 4 (empat) hal
penting. Yang pertama, agar semua pengurus yang dilantik menata hati dan niat
bahwasannya menjadi seorang pengurus harus berniat untuk khidmah/menjadi pelayan
dalam rangka meneruskan perjuangan para muassis Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ dan
senantiasa berharap bisa diakui sebagai santrinya Hadratussyaich K.H Hasyim
Asy’ari. Yang kedua, Beliau menyampaikan bahwa keikhlasan adalah kunci
utama dalam menjalankan roda organisasi, karena kalau tidak ada keikhlasan diri
kita dalam menjalankan roda organisasi yang muncul nanti adalah fitnah-fitnah
diantara sesama pengurus. Yang ketiga, Beliau mengajak kepada seluruh
pengurus untuk kompak dan solid/rukun untuk mensukseskan tugas
kepengurusan/amanah selama 5 (lima) tahun kedepan. Dan pesan yang terakhir atau
yang ke empat, beliau bertekad mengajak kerjasama yang solid antara semua
pengurus, Lembaga-lembaga maupun Banom-Banom agar roda organisasi bisa berjalan
baik dan sukses. Beliau menutup sambutannya dengan mengutip dawuhnya Sayyidina
Ali bin bin Abi Thalib bahwasannya:
اَلْحَقُّ
بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ اْلبَاطِلُ بِالنِّظَامِ
"Kebenaran yang tidak diorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang diorganisir”
Kemudian sambutan berikutnya
adalah sambutan yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri
KH. Muhammad Makmun yang sering disapa dengan Gus Makmun. Mengawali
sambutannya beliau sangat mengapresiasi tim paduan suara PAC IPNU-IPPNU Kec.
Kandat yang telah mempersembahkan penampilan luar biasa saat memandu lagu Indonesia raya dan Syubbanul Wathon. Dalam sambutan Beliau, setidaknya ada 3
(tiga) poin yang disampaikan. Yang pertama, menata niat dengan keikhlasan dalam
berkhidmah di jam’iyah Nahdlatul Ulama, yang tujuannya nanti bisa “gondelan
sarunge mbah Hasyim” artinya nanti bisa masuk surga-Nya Allah SWT bersama-sama Mbah Hasyim . Yang kedua, dalam berorganisasi itu tidak instan, butuh
keistiqamahan dalam menjalankan organisasi. Karena اَلْإِسْـتِقَـامَةُ خَيْرٌ مِـنْ اَلْفِ كَــرَامَةٍ ”Istiqomah itu sendiri lebih baik
dari seribu karomah”. Organisasi yang baik itu adalah organisasi yang berjalan
konstan, terus berjalan secara dinamis dan tidak berhenti ditengah jalan. Dawuh
beliau “seng penting tandang, seng salah seng mutungan” artinya yang terpenting
adalah organisasi harus tetap berjalan, meskipun banyak dinamika dan masalah
dalam menjalankan organisasi itu adalah hal yang wajar dan yang terpenting
tidak boleh gampang mutungan. Yang ketiga beliau menyampaikan program PWNU
Jatim yang akan membangun masjid marcusuar yang membutuhkan tanah seluas 3
hektar senilai 100 Milyar. Beliau juga menyampaikan bahwa program PWNU Jatim
tidak akan sukses jikalau tidak didukung oleh semua warga nahdliyin ditingkatan
Cabang, tingkatan MWC maupun tingkatan ranting NU. Terakhir beliau berpesan
bahwa “yakinlah jika ngopeni NU pasti diopeni sama NU” dengan syarat ikhlas dan
konstan dalam berkhidmah di Jam’iyah Nahdlatul Ulama’.
Acara berakhir sekitar pukul
11.45, sesuai dengan permintaan gugus penanggulangan Covid-19 tingkat kecamatan
yang meminta agar supaya kegiatan tidak lebih dari 2 (dua) jam, yang mana acara
dimulai pukul 10.00 tepat dan tentunya juga seluruh rangkaian kegiatan awal
sampai akhir harus menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan 3 M,
selalu mencuci tangan, selalu memakai masker dan selalu menjaga jarak. Untuk
acara yang terakhir adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Khafidz Gozali
yang merupakan Syuriyah PCNU Kabupaten Kediri.
(Red. Pengurus MWCNU Kandat)

Mudah mudah an saget amanah semuanya Aamiin
BalasHapusAmiin...
Hapus